Minggu, 24 November 2013

3D MAPPING 3030 - PART II


Hehe sorry baru sempet melanjutkan, belakangan ini agak sibuk.
Baiklah, cekidot..
Nah sampailah kita ditempat registrasi ulang. Tanda masuk di tangan kanan pun dipasang dan kita segera memasuki venue indoor. 
Berhubung kita datang agak telat, tempat duduk yang tersedia tinggal lesehan di bawah saja. Oke gak masalah duduk lesehan pun bakal asik nih.

 Duduk lesehan
Gak lama show pun dimulai. Waaaaaw amazing, ini keren banget di ruangan yang sedemikian gelap, sinar laser dan lighting mampu menghipnotis pandangan kita semua untuk selalu tertuju ke stage.
Sesuai prediksi saya, acara ini adalah acara promosi produk dari provider Tri. Gak sangka juga, promosinya asik, ga membosankan, dan penuh trobosan baru. ( Hahaha ga maksud promosi ).

Nih saya share beberapa momen saat saya berada disana.

 Atraksi komedi teater diatas stage

  lighting dan properti di stage



Ha Ha , dan foto dibawah inilah penampakan si mas dari Jogja itu 



Secara keseluruhan event ini seru, semoga show lain yang sama kerennya sering-sering diadakan di Bandung.



Rabu, 20 November 2013

3D MAPPING 3030 - PART I

Lagi ngantuk-ngantuknya dikantor, tiba-tiba salah satu teman saya Mas Bedi nawarin tiket nonton acara laser gitu disekitar Trans Studio Mall Bandung pada tgl 20 November 2013. Rasa kantuk langsung hilang, berubah jadi rasa penasaran.

Saya : "Acara apaan tuh mas?"
Bedi : "Acara laser laser gitu, gak paham juga. Nih isi aja dulu form registrasinya."

Setelah isi registrasi, karena penasaran alhasil coba search video trailernya di Youtube. Dan wow acaranya bakalan keren nih, mirip dengan video mapping gedung sate tempo hari, wajib dateng. Ternyata nama acaranya yaitu 3030 3D video mapping & laser show. Sekilas bisa saya simpulkan itu adalah acara launching produk provider Tri, namun kemasannya dibuat semenarik mungkin. Pertunjukan “3030 Show” yang mengambil Setting peradaban tahun 3030, menampilkan teknologi peralatan hiburan kelas dunia yang dikemas dalam seni tari, teater komedi, serta Fashion Show.


 
Logo Event 3030 3D Mapping & Laser Show

Sepulang kerja saya menyusul Mas Bedi yang lagi fitness di hotel Amaroossa Bandung, karena kebetulan jam kerja kita berbeda, dia pulang satu jam lebih awal makannya saya yang samperin dia.
Disana dia mengenalkan salah satu temen cowonya yang kebetulan lagi training perusahaan di hotel itu, namanya Ari, apa Ardi hehehe lupa. Maklum mengingat nama orang yang baru dikenal itu agak sulit :p. Katanya si mas tadi itu aslinya orang Jogja, cuma kebetulan satu minggu ini lagi training perusahaannya di Bandung. Iseng aja saya tanya.

Saya : "Mas orang Jawa ya,di Bandung sudah bisa bahasa sunda belum?"
Mas : "Sudah lumayan, kata Bedi kalau ada perempuan tersenyum ke arah saya, saya harus sapa dia balik. Hay bondon!" re: (bondon dalam bahas sunda artinya wanita nakal)

Hahahahahahhahahahahaha kontan saya tertawa terbahak-bahak. Geblek si mas Bedi ternyata ngeracuni dia yang enggak-enggak, mana polos lagi si mas ini.  Andai aja dia tau apa arti kata-kata yang dia ucapkan itu, bakal malu dia haha.Si mas Bedi malah ketawa-ketawa kegirangan.

Saya : "Hahaha, ya allah parah amat sih. Terus udah bisa ngomong apalagi?"
Mas : "Kalau saya mau lewat diantara kerumunan orang, kalau di Jawa sih saya biasa bilang amit, biar orang-orang kasih saya jalan untuk lewat. Kalau disini katanya harus bilang - Punten Kaburusutan."

Kali ini yang tertawa gak cuma saya dan mas Bedi, tapi si supir taksi juga ikut ngakak. Si mas nya malah bingung kenapa kita ketawa puas sekali. Kasian deh mas, lu lagi dibego-begoin. re: (kaburusutan dalam bahasa sunda tuh artinya kalau kita udah gak tahan menahan buang air besar, yang mengakibatkan BAB dicelana ). Hahahahaha ya iyalah orang-orang pasti langsung kasih dia jalan untuk melewat kalau dia permisi nya karena kaburusutan. Mas Bedi dasar begoo, anak orang lu kerjain.

Dengan adanya sosok si mas dari Jogja ini lumayan jadi hiburan, bahan ketawa-ketiwi dan saling share mengenai kelebihan kota kami masing-masing. Dan dia juga bilang akan gantian ajak kami ke Jogja suatu saat nanti.

Gak terasa perjalanan kita dalam taksi sampai juga ke tempat yang dituju yaitu di lapangan Sepak Bola Yonkav 4Tank Kodam Siliwangi, Jl. Salak no.4 Gatot Subroto Bandung. Begitu sampai agak bingung tempatnya sepi banget, hanya berjejer tank - tank perang sepanjang jalan, horor juga. Sampai Akhirnya ada secercah harapan yaitu tanda lampu sorot dan umbul-umbul yang menandakan ada event di tempat tersebut.

Ternyata event itu dibagi jadi beberapa show. Dalam sehari bisa 5 sampai 7 show. Dan kita dapat kesempatan memonton show yang jam 7 malam. Karena waktunya cukup mepet, begitu sampai kita langsung registrasi dan masuk ke gedung indoor pertunjukan berlangsung.

Bersambung ke PART II

Kamis, 07 November 2013

KISAH ROMANSA TINUNG SI "CA BAU KAN"


Hallo, ini merupakan kali pertama saya coba mereview sebuah film dalam bentuk tulisan.


Kesannya, tentu saja saya sangat antusias karena film yang kami tonton bersama hari ini adalah sebuah film lokal yang mengusung tema budaya Tionghoa di Indonesia, yang berjudul CA BAU KAN (Hanya Sebuah Dosa).

Film ini diangkat dari sebuah cerpen berjudul sama (re: Ca Bau Kan) karangan Remy Sylado. Jujur saya pribadi kebetulan belum pernah membaca novelnya langsung, namun melalui tontonan visual hari ini, lebih kurang saya merasa dapat terjun langsung memahami cerita romansa yang kental akan budaya yang coba disampaikan oleh si penulis.

Yang membuat film ini unik adalah sang sutradara Nia Dinata, yang patut diacungi jempol atas keberaniannya di zaman modern ini menyuguhkan film yang sarat dengan tema budaya Tionghoa Indonesia yang kental pada Zaman kolonial Belanda.

Plot atau alur yang digunakan oleh penulis adalah alur mundur, dimana kita seakan Flashback ke masa prakemerdekaan Indonesia di Batavia.

Singkat cerita film ini menceritakan tentang seorang wanita tua bernama Giok Lan (Niniek L. Karim). Dia adalah perempuan turunan Tionghoa yang tinggal dan diadopsi dari kecil oleh keluarga Belanda. Setelah beberapa tahun berlalu, ia memiliki keinginan untuk kembali ke Indonesia, khususnya Batavia demi sebuah misi, yaitu ia ingin mencari tahu asal usul keluarganya. Dan setelah diusut perempuan ini adalah anak kedua dari seorang wanita Betawi bernama Siti Nurhayati atau akrab disapa Tinung (Lola Amalia). Tinung adalah seorang Ca Bau Kan atau dalam bahasa hokkian berarti 'perempuan', yang saat zaman kolonial diasosiasikan dengan pelacur, gundik, atau perempuan simpanan orang Tionghoa. Pada era 80-an pun istilah 'Cabo' menjadi istilah umum untuk para wanita pekerja seks komersial.

Diusia muda Tinung telah menjadi Istri ke-5 dari seorang lelaki tua yang kemudian meninggal tak lama setelah memperistrinya. Tinung pun diusir oleh istri2 yang lain dan tak mendapatkan hak warisan. Sejak saat itu Tinung sempat menjadi simpanan seorang tauke (juragan) pisang Tionghoa berperangai kasar bernama Tan Peng Liang (Moeljono).

Karakter Tinung sendiri digambarkan sebagai seorang perempuan pasrah dan konflik yang kita temui sangatlah banyak dimana menjadi seorang Ca Bau Kan merupakan pilihan satu-satunya. Ia didera dengan begitu banyak kekerasan fisik dan kekerasan sexual. Akhirnya Tinung melarikan diri dari Tan Peng Liang saat sedang mengandung anak hasil hubungannya.

Sejak saat itu Tinung yang tinggal dengan bibinya Saodah tidak memiliki pilihan lain, ia dipaksa dan digojlok untuk menjadi penari cokek dan seorang Ca Bau Kan di Kalijodo. Di Kalijodo inilah ia bertemu lelaki yang dicintainya Tan Peng Liang lainnya (Ferry Salim) seorang pedagang tembakau kaya raya dari Semarang.

Menurut saya pribadi ada sedikit kejanggalan atau kelemahan di film ini, Salah satunya adalah posisi tokoh Tinung (Lola Amaria) yang entah kenapa menjadi tenggelam ditelan alur cerita yang sedikit ribet di film ini. Kisah ini malah berpusat pada Tan Peng Liang Semarang (Ferry Salim) yang kedatangannya dari Semarang ke Batavia sebagai pedagang tembakau yang kayaraya, telah mengusik stabilitas sosial-politik-ekonomi kelompok Kong Koan, sebuah kelompok Tionghoa dalam pemerintahan Hindia Belanda, Bahkan sampai kematiannya.

Selebihnya begitu banyak kelebihan di film ini yang membuat saya berdecak kagum. Sang sutradara Nia Dinata begitu detail dalam menggarap karya ini, semua nilai historikal sangat ia perhatikan, dari hal terkecil sampai hal terpenting sekalipun.

Sekian review saya mengenai film Ca Bau Kan ini, jika tertarik untuk mengetahui ceritanya lebih detail, saya sarankan membaca bukunya terlebih dahulu , karena biasanya dalam pembuatan film ada beberapa bagian yang tak di explore, namun sayang untuk dilewatkan...

Cheers :))
@achabp | Natasha belania pertiwi


Film Ca Bau Kan karya Nia Dinata
Film Ca Bau Kan karya Nia Dinata
Buku Ca Bau Kan (Hanya Sebuah Dosa) karya Remy Sylado
Buku Ca Bau Kan (Hanya Sebuah Dosa) karya Remy Sylado

INGGIT GARNASIH KEKASIH HATI SOEKARNO

Inggit Garnasih - kekasih, kawan dan ibu yang hanya memberi tanpa menuntut balas


Inggit dan sang proklamator
Inggit dan sang proklamator

Jika ditanya siapa perempuan Indonesia inspiratif bagi saya, salah satunya adalah Ibu Inggit Garnasih.
Ia sangat mengagumkan bagi saya, dalam banyak hal.
Tak hanya inspiratif, sosoknya yang sederhana, penyayang, keibuan dan memiliki pendirian menjadikannya simbol wanita mandiri.

Garnasih lahir di Desa Kamasan, Banjaran, Kab.Bandung, 17 Februari 1888,dari pasangan Ardjipan dan Amsi. Nama itu diberikan dengan penuh makna dan harapan, kelak menjadi anak yang hegar, segar, menghidupkan, dan penuh kasih sayang.
Menginjak dewasa Garnasih menjadi gadis cantik sehingga ke mana pun ia pergi selalu menjadi perhatian pemuda. Di antara mereka sering melontarkan kata-kata, “Mendapat senyuman dari Garnasih sama dengan mendapat uang seringgit.” (Pada saat itu 1 ringgit sama dengan 2,5 gulden dan nilainya tinggi.) Akhirnya, julukan inilah yang merangkai namanya menjadi Inggit Garnasih.


Ya, Inggit adalah istri kedua Soekarno. Bisa dikatakan beliau adalah sosok perempuan dibalik kesuksesan sang proklamator. Perannya sanggat penting, dimana ia membentuk, menampung, dan mengayomi Soekarno muda yang kala itu tengah berapi-api menjadi seorang pemimpin dan pejuang tangguh, dan Inggit pula yang serta merta mengantarkannya ke gerbang kejayaan.

"Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)


Berikut saya simpulkan beberapa peranan Inggit ketika mendampingi Soekarno saat memasuki dunia politik dan pergerakan Kemerdekaan Indonesia, di antaranya:  :

  • Inggit merelakan mengakhiri hubungan rumah tangga nya yang terlanjur hampa dengan seorang pedagang kaya dan juga salah satu tokoh Sarekat Islam, Bernama H.Sanusi.
  • Setelah terjalin ikatan pernikahan dengan Soekarno, Inggitlah yang menjadi tulang punggung keluarga. Ia membiayai rumah tangga dan juga uang kuliah, dengan cara meracik jamu, bedak, membuat Rokok Berlabel "Ratna Djuami" , menjahit kutang, dan menjadi agen sabun dan cangkul meskipun kecil-kecilan. Karena saat itu Soekarno masih menjadi Studen di THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Teknik Tinggi yang sekarang menjadi ITB).
  • Membiayai segala bentuk kegiatan politik Soekarno, termasuk menjamu semua tamu Soekarno yang setiap hari datang berkunjung untuk diskusi.
  • Pengabdian Inggit sebagai istri tercermin saat ia menghapus keringat saat Soekarno kelelahan, menemani dan menghibur Soekarno yang tengah kesepian. inggit mampu memerankan 3 sosok sekaligus, yaitu sebagai kekasih, kawan dan ibu yang hanya memberi tanpa menuntut balas.
  • Ia selalu setia mengantarkan makanan, koran, dan uang ketika Soekarno menjalani hukuman di Penjara Banceuy dan Sukamiskin. Meskipun Jarak jauh harus dilewati dengan berjalan kaki bersama Ratna Djuami (anak angkat Inggit dan Soekarno).
  • Inggit juga tabah mendampingi Sukarno hidup di pengasingan, baik selama di Ende maupun Bengkulu. Ia menjadi sumber kekuatan bagi kehidupan Soekarno yang penuh ujian keras.
  • Ia berusaha keras untuk yang menyelundupkan buku-buku untuk Soekarno di dalam penjara. Lewat buku-buku itu Soekarno bisa menyusun pledoi master piece berjudul 'Indonesia Menggugat'.

Adilkah Jika Masih saja ada orang yang tak mengenalnya ? :(

Namun takdir berkata lain. Inggit tak bisa selamanya mendampingi Soekarno. Di tahun 1943 itu, saat Sukarno hampir mencapai puncak kejayaannya. Ia berusia 40 tahun sedang Inggit 53 tahun, terguncang oleh keinginan Soekarno yang beralibi menginginkan keturunan langsung darinya. Inggit memang wanita mandul, ia hanya mampu merawat dan mendidik kedua anak angkatnya, Ratna Djuami dan Kartika, bukan dari rahimnya sendiri.

Sampai suatu saat, terucaplah keinginan Soekarno untuk memperistri sesosok wanita muda bernama Fatimah yang kemudian dikenal Fatmawati. Fatmawati sudah dinggap sebagai anak sendiri ketika mereka berada di pengasingan di Bengkulu.

Dengan tegas Inggit mengucapkan, “Itu mah pamali, ari di candung mah cadu”(itu pantang, kalau dimadu pantang). Setelah melewati berbagai pembicaraan dan pertengkaran, sampailah inggit pada keputusannya, ia enggan dimadu dan memilih untuk bercerai dari seorang Soekarno dan dipulangkan kembali ke Bandung.

Itulah Inggit. Dia berbeda dia mampu menentukan keputusan dan memiliki pendirian. Kesedihan dan kesengsaraan yang di arungi bersama selama hampir 20 tahun tidak dirasakan buahnya saat Sukarno mencapai gemilang. Ia telah menuntun Soekarno menuju gerbang. Sampai disitulah tugasnya, kemudian ia memilih membalikan badan menerima kenyataan tak ada lagi Soekarno sebagai pendampingnya, dan mencoba melanjutkan hidup dengan menjual bedak dan meramu jamu.

Soekarno pun akhirnya menikahi Fatmawati, yang setelah mencapai kemeredekaan pada tahun 1945 menjadi First Lady.
Namun sampai akhir hayat pun bisa dipastikan inggit masih menyimpan cintanya yang begitu besar terhadap Soekarno, termasuk melayat saat Soekarno meninggal dunia. Ia sungguh perempuan berhati tulus, memberi tanpa meminta dan memberi tanpa pamrih. Cheers :)
@achabp | Natasha belania pertiwi


Sumber dan Referensi :

- Ramadhan KH, Kuantar Ke Gerbang

- Obrolan dengan Pak Tito Zeni Asmarahadi (cucu Inggit Garnasih) pada acara lacak jejak - 13 April 2013

- Naskah Lacak Jejak Inggit Garnasih oleh @mooibandoeng dan @KomunitasAleut

- Monolog Inggit Garnasih oleh Happy Salma - Bale Rumawat Unpad

Selasa, 05 November 2013

November, WHY SO SERIOUS ?

Yeah, November why so serious ?

Buat kalian tagline why so serious pasti udah gak asing lagi, yuhuu itu adalah quote dari joker dalam filmnya pahlawan bertopeng Batman - The Dark Knight..
lalu kenapa gue copas ? Sebodo amat dah.

Why why why november so serious ?
buat gue november lagi ga asik, maybe bagi sebagian orang November seringkali diplesetin jadi "Lovember", yekali bulan cinta cinta an gitu kan, lain halnya dengan gue. November adalah semacam kutukan (lebay), lo bayangin tahun lalu gue putus November, tahun ini pun terulang lagi..

MIRIS? IA GUE TAU.

MAU PUK PUK IN BAHU GUE ? GAK USAH SOB, GUE GELIAN ORANGNYA ! HAHAHA

Kalo gue deskripsikan gimana rasanya, duh pokoknya ingin ku lari ke hutan lalu ke pantai deh, biar dramatis kayak Cinta gitu kan, biar semua orang tau November kejam !! (lagi-lagi lebay, yemaklum lg sedih patah hati ceritanya!)

Tapi kenapa tag line nya why so serious? 

Ini gak selamanya soal cinta ya, nih gue ilustrasikan. Pernah gak sih loe rasain, saat idup lagi ngajak lo becanda, saat loe berfikir kok gue gagal terus ya? Atau ga saat lo ngedumel sendirian ngelihat jalanan yang duileh macetnya kebangetan. Nah itu yang gue maksud, bagaimana cara loe menanggapi akan hal tsb. Apa lo bakal ngeluh seharian? Atau loe bakal harlem shake aja bodo amat sama apa yang terjadi?

Eh, by the way itu Harlem Shake apa kabar yak? Masih happening apa udah tergeserkan dengan dance goyang bang jali dan goyang cesar yang fenomenal itu ? Hmm gue mesti riset. Sebenernya goyangan ajib itu..... Eh gak jadi deh, entar malah salah fokus, okeh kembali ke leptop...

Nah pertanyaan why so serious itu bikin gue berfikir, dan memandang suatu masalah dari kaca mata lain, bukan kaca mata kuda tentunya, okeh sip. 
Kemacetan, okeh siapa sih yang santai kalau lagi berada diantara kemacetan yang luar biasa bikin otak loe mumet, muka loe kisut dll? Pastilah keluhan demi keluhan bakal keluar dari mulut ini, belum lagi cuaca panas dan emosi yang mudah terpancing. 

Tapiiiiiiiiiiiiiii, yaudah sih santai....

Buat apa lo memandang kemacetan ini sebagai hal yang serius, yang bikin loe stress? Santai ajalah, anggap aja kemacetan itu sebagai tantangan yang mengasyikan. Semacem tantangan buat lo lebih lihai selip selip kendaraan lain biar cepet sampe. Heheheheh (Teori mah gampang sih yah, daripada kenyataan)




Okeh contoh lainnya adalah,kenapa loe so serious banget saat menghadapi kegagalan yang terus menerus loe hadepin. Bangun dari keterpurukan lo sob. Terus berusaha dan jangan sampe gagal lagi. Seperti yang kita tau kegagaanal adalah keberhasilan yang tertunda, nah jangan patah semangat, keep spirit.. :D

Gimana Nat kalau gagal lagi? 
Hmmmmm saran gue loe coba minum larutan cap kaki tiga dimix dengan cairan pembersih kuku aja, dijamin gagal idup loe... hahahah DONT TRY THIS AT HOME. Candaan doang, yekali serius amat sih...

By The Way,
namanya juga hidup, kita memiliki paradigma sendiri sih dalam menentukan apakah kegagalan ini tuh bikin kita santai hadepinnya atau stress. Tetapi setidaknya kita bisa mengontrol tindakan apa yang bisa kita ambil saat mengalami hal tersebut. Dan tindakan yang kita ambil tersebut akan memberikan impact yang either baik atau buruk untuk kita saat itu.

Gue pernah membaca sebuah cerita di artikel "Hitman System" mengenai bagaimana seseorang tidak dapat mengontrol 10% atas apa yang akan terjadi. Seperti lampu merah, macet, hujan, putus cinta, bencana dan lain-lain. Tetapi 90% sisanya berada ditangan seseorang tentang bagaimana dia akan memandang 10% tersebut. Apakah dia akan memandang hal tersebut sebagai musibah? Bencana? Kesialan? Kemarahan? Stress?

Nah kan why so serious?

Soal cinta juga gitu, putus yang gue alamin kali ini, gak terlalu gue anggep sebagai sesuatu hal yang terlalu serius, yang bikin stress dan kepikiran, banyak hal positif nya kok.. 
Apa hal positif nya Nat? Itu kan yang lo mau tanyain? Entahlah gue juga gak tau, tapi yang pasti gue percaya dengan quotes basi zaman urdu, zaman gue masih beli bolpoint wangi yang katanya narkoba itu,  zaman gue masih beli krip krip seharga 75 perak..
Nih dia Quotesnya... Cekidot cekibroot ...

"Everything Happens for a Reason"

Yup, reason. Maybe sekarang loe ga tau apa alasan semuanya ini terjadi, tapi yakinlah tuhan udah siapkan sesuatu alasan yang menjawab semua pertanyaan kita itu dan bikin gue dan kita semua mengerti mengapa semua ini terjadi. Sedaaaap gak sih tuh omongan gue , mau muntah kan lo? Ha Ha Ha. Bodo deh bodo amaaat gih muntah gih ..
.

So, bisa ditangkep gak tuh maksud dari tulisan gue diatas? kalo kurang paham bisa dibaca ulang dari
tulisan -> yeah, November why so serious ? . Ia baca ulang deh tuh dari awal . XD


with love,
Natasha belania